- Get link
- X
- Other Apps
SD 1 TRIRENGGO DEKLARASI SEKOLAH RAMAH ANAK
Setelah meraih bermacam prestasi,
hari ini Kamis, 25 April 2019, SD 1 Trirenggo bersama Kepala Dinas Disdikpora
Kabupaten Bantul Drs. Isdarmoko, M.Pd., M.M.Par., Kepala Sekolah SD 1 Trirenggo
Istiani Nurhasanah, M.Pd., Ka PPA Polres Bantul Mustafa Kamal, S.H., DR.Sukadari
SE.SH MM, Kapolsek Bantul yang diwakili IPTU Subarata, Sri Suryanto Ketua BPD
Trirenggo, Drs H Totok Sudarto, M.Pd., Asisten 3 Sekda Bantul, mendeklarasikan
SD 1 Trirenggo sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA)
Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) tidak serta merta
diterima begitu saja. Beberapa kriteria harus dimiliki untuk dinilai layak
mendapatkan deklarasi sekolah bergengsi ini.
Dilihat dari rekam jejak SD 1 Trirenggo
yang telah mendapatkan bermacam predikat, seperti Sekolah Adiwiyata Tingkat
Nasional, Sekolah Sehat Tingkat Propinsi, Sekolah Mitigasi Bencana, Sekolah
Model Inklusi, juga berbagai MoU kerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (PPAI),
Kerjasama dengan Dokter Tumbuh Kembang Anak, Akademisi UNY, UPY, UST, Universal
Design for Learning (UDL), didukung berbagai sarana prasarana sekolah yang
ramah anak disabilitas, juga terpenuhinya kebutuhan Guru Pendamping Khusus
(GPK), maka tanpa banyak pertimbangan, SD 1 Trirenggo layak mendapatkan gelar
Sekolah Ramah Anak (SRA).
Hal ini menjadi salah satu prestasi yang
membanggakan bagi SD 1 Trirenggo, dikarenakan tidak semua sekolah di Kabupaten
Bantul mendapatkan predikat ini, meskipun kedepannya diharapkan sekolah-sekolah
di Kabupaten Bantul nantinya juga mendapatkan ‘gelar’ Sekolah Ramah Anak dengan
syarat telah memenuhi indikatornya.
Sekolah Ramah Anak (SRA)
tidak hanya sebatas sekolah
aman dari kekerasan. SRA sesungguhnya adalah sekolah yang aman dan nyaman untuk
mengantarkan anak-anak Indonesia menjadi generasi penerus bangsa yang handal.
Salah satu langkah penghantar generasi handal adalah terpenuhinya gizi siswa,
yaitu dengan dimilikinya Kantin Sehat, juga terbentuknya karakter yang kuat
pada diri peserta didik.
Dalam kesempatan deklarasi Sekolah Ramah
Anak (SRA) di SD 1 Trirenggo, DR.Sukadari SE.SH MM, berpesan bahwa sekolah inklusi merupakan
sekolah ‘plus’. Sekolah inklusi secara tidak langsung bisa melatih anak didik
memiliki karakter yang kuat, empati yang tinggi terhadap orang lain yang
memiliki kekuarangan secara fisik maupun psikis. Anak-anak yang memiliki
kebutuhan khusus (ABK) tidak akan menularkan ‘kekurangannya’ kepada anak-anak
yang normal. Bahkan anak-anak ABK ini memiliki kelebihan luar biasa yang kita
tidak punya. Dengan begitu, anggapan masyarakat bahwa sekolah inklusi merupakan
sekolah ‘minus’ sangatlah tidak tepat.
DR. Sukadari
SE., SH., MM. juga mengapresiasi SD 1 Trirenggo yang telah bersedia menerima
sekitar empat puluh siswa berkebutuhan khusus. Hal ini menandakan bahwa guru-guru
di SD 1 Trirenggo memiliki kemampuan yang lebih dalam menangani anak didiknya.
Pada akhir
acara deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) dilaksanakan penandatanganan deklarasi
oleh semua tamu undangan. Dengan tersematkannya gelar baru untuk SD 1 Trirenggo
ini, semoga menjadikan SD 1 Trirenggo semakin berkualitas, dan mendatangkan
animo masyarakat untuk turut mendukung dan mengembangkan keberadaan SD 1
Trirenggo dilingkungannya.

Comments
Post a Comment